Pengertian Kalimat Aktif dan Kalimat Pasif Lengkap Beserta Contohnya

Dalam artikel kali ini kita akan membahas seputar pengertian, klasifikasi serta ciri-ciri dari kalimat aktif dan kalimat pasif lengkap dengan contohnya. Beserta bagaimana cara mengubah kalimat aktif menjadi kalimat pasif. Langsung aja masuk pembahasan ya.

Kalimat adalah satuan bahasa yang terdiri dari kata atau gabungan dari beberapa kata yang dapat berdiri sendiri dan memiliki makna yang utuh. Kalimat merupakan satuan bahasa terkecil yang kita gunakan untuk mengungkapkan pemikiran, baik lisan maupun tulisan.

Photo by Yannick Roosli on Unsplash

Sedikitnya dalam sebuah kalimat baik lisan maupun tertulis, harus terdapat sebuah subjek (S) dan sebuah predikat (P). Bila ada yang kurang dari kedua unsur yang disebutkan di atas, pernyataan tersebut bukan termasuk kalimat, melainkan adalah sebuah frasa.

Di dalam Bahasa Indonesia terdapat beberapa penggolongan kalimat. Bila dilihat berdasarkan subjeknya kalimat bisa dibagi menjadi dua, yaitu kalimat aktif dan kalimat pasif.

Kalimat Aktif

Photo by Mohamed Abdelgaffar on Pexels

Kalimat aktif adalah kalimat yang subjeknya (S) melakukan pekerjaan yang dikemukakan dalam predikat (P).

Ciri-Ciri Kalimat Aktif

  1. Subjeknya melakukan perbuatan.
    • Aku pergi ke sekolah.
  2. Predikatnya selalu berawalan me- atau ber-.
    • Ayu membantu ibu menyapu teras.
    • Daun berguguran dari tangkainya.
  3. Kalimat aktif yang mengandung objek memiliki pola S-P-O atau S-P-O-K
    • Kevin (S) bermain (P) bulu tangkis (O).
    • Kevin (S) bermain (P) bulu tangkis di lapangan (K).
  4. Sedangkan kalimat aktif yang tidak mengandung objek berpola S-P atau S-P-K
    • Kevin(S) bermain (P) .
    • Kevin (S) bermain (P) di lapangan (K).

Macam-Macam Kalimat Aktif

Kalimat aktif terbagi menjadi dua:

  1. Kalimat aktif transitif yaitu kalimat aktif yang memiliki objek. Contoh:
    • Budi memasak mi instan.
    • Sasha menjual kaos kaki.
    • Ani membeli buku di Gramedia.
    • Dia menanak nasi.
    • Mimi bertemu ibu di jalan pulang ke rumah.
    • Kelinci milik adik sedang makan wortel.
    • Rian bermain gitar.
    • Ibu guru menerangkan pelajaran di depan kelas.
    • Doni merajut syal untuk musim dingin.
    • Arum mengendarai motor ke sekolah.
    • Tika menyalakan lampu teras.
  2. Kalimat aktif intransitif yaitu kalimat aktif yang tidak memiliki objek. Contoh:
    • Lala diam.
    • Andi pergi.
    • Ayah menangis.
    • Putri minum.
    • Aku mencuci.
    • Bayu sedang mengetik.
  3. Kalimat aktif ekatransitif merupakan kalimat aktif yang memiliki objek tapi tidak diikuti oleh pelengkap dan keterangan. Jadi kalimat aktif ekatransitif ini hanya memiliki tiga unsur yaitu Subjek, Predikat dan Objek. Polanya adalah S-P-O. Contoh:
    • Ratih (S) membawa (P) tas (O).
  4. Kalimat aktif dwitransitif merupakan kalimat aktif yang mempunyai objek dan pelengkap sekaligus. Sehingga polanya adalah S-P-O-Pel, S-P-O-Pel-K atau K-S-P-O-Pel. Contoh:
    • Pipit (S) membelikan (P) adik (O) permen (Pel).
    •  Bambang (S) mengendarai (P) motor (O) ayah (Pel) ke kantor (K).
    • Tadi malam, (K) paman (S) memperbaiki (P) sepeda (O) anaknya (Pel).

Kalimat Pasif

Photo by Victoria Borodinova on Pexels

Sedangkan kalimat pasif merupakan kalimat yang subjeknya dikenai suatu pekerjaan.

Ciri-Ciri Kalimat Pasif

  1. Subjeknya sebagai penderita.
    • Batu karang terkikis oleh ombak.
    • Coklatku dimakan kakak.
  2. Predikatnya berawalan di-, ter-, atau ter-kan.
    • Rani dimarahi oleh Pak RT karena membuang sampah sembarangan.
    • Kulitku terbakar sinar matahari.
    • Pesannya dari ayahnya akhirnya tersampaikan setelah bertahun-tahun lamanya.
  3. Predikatnya bisa berupa predikat persona (kata ganti orang, disusul oleh kata kerja yang kehilangan awalan).
    • Air itu telah kuminum.
  4. Kita bisa menghilangkan kata “oleh” di dalam kalimat pasif, dan hal tersebut tidak akan mempengaruhi dan mengubah makna dari kalimat tersebut.
    • “Budi disayang oleh nenek” menjadi “Budi disayang nenek.”

Macam-Macam Kalimat Pasif

Kalimat pasif bisa dikategorikan berdasarkan objek dan predikatnya.

Jenis Kalimat Pasif Berdasarkan Objeknya

  1. Kalimat Pasif Transitif yaitu kalimat pasif yang memiliki objek. Bisa disertai dengan keterangan ataupun pelengkap, bisa juga tidak. Contoh:
    • Rusa di hutan dimangsa oleh harimau.
    • Pohon mangga di depan rumah ditebang bapak karena banyak ulatnya.
    • Setiap berangkat sekolah Tania diantarkan oleh kakaknya.
    • Rumah itu ditelantarkan oleh pemiliknya.
  2. Kalimat Pasif Intransitif yaitu kalimat pasif yang tidak memiliki objek. Tapi bisa disertai dengan keterangan ataupun pelengkap, bisa juga tidak. Contoh:
    • Bunga Mawar Ela disiram setiap hari.
    • Rifa sering dipuji karena kecantikannya.
    • Rambut Rifki dipotong cepak karena mengikuti orientasi di sekolahnya.
    • Lantai di ruang guru disapu setiap hari.

Jenis Kalimat Pasif Menurut Predikatnya

  1. Kalimat pasif tindakan merupakan kalimat pasif yang predikatnya berupa perbuatan, kegiatan, ataupun tindakan. Biasanya predikatnya memiliki imbuhan di atau di-, ter-, atau ditambahkan kata ganti sebelum predikat.
    • Adik disuapi oleh Ibu.
    • Dinding dicat oleh ayah.
    • Presentasi hari ini disiapkan oleh kelompok satu.
    • Difa tersandung di jalan.
    • Sang surya terbenam di langit ufuk barat.
    • Kamu aku tinggal dulu ya sebentar.
    • Dia kami panggil kemari agar bisa belajar bersama.
    • Hati ini tersiksa.
    • Pintu itu dibantingnya dengan keras.
    • PR Fuji dikerjakannya sendiri.
  2. Kalimat pasif keadaan merupakan kalimat pasif yang predikatnya menyatakan keadaan subjek.. Biasanya kalimat pasif memiliki imbuhan ke-an. Contoh:
    • Aris kedinginan karena tidak memakai selimut saat tidur.
    • Ika kesakitan saat disuntik imunisasi.
    • Toko di seberang rumah Fani kebakaran tadi pagi.
    • Gita ketiduran di kelas saat jam pelajaran.

Mengubah Kalimat Aktif Menjadi Pasif

Photo by Aaron Burden on Unsplash

Kita bisa mengubah kalimat aktif menjadi pasif atau sebaliknya bila kita sudah benar-benar memahami konsep dasar dari kalimat aktif dan kalimat pasif, beserta keempat unsur pembentuk kalimat yaitu subjek, predikat, objek dan keterangan.

Syarat Mengubah Kalimat Aktif Menjadi Pasif

Syarat-syarat dapat diubahnya kalimat aktif menjadi kalimat pasif diantaranya :

  1. Kalimat aktif yang memiliki objek (kalimat aktif transitif). Kalimat aktif yang tidak memiliki objek tidak bisa diubah menjadi kalimat pasif.
  2. Bukan kalimat perintah (komando).
  3. Bukan kalimat seru.

Cara Mengubah Kalimat Aktif Menjadi Pasif

  1. Ubah subjek pada kalimat aktif menjadi objek pada kalimat pasif, dan sebaliknya. Contoh:
    • Sani menunggu Jeje di depan ruang kelas (Aktif).
      Menjadi:
      Jeje ditunggu oleh Sani di depan ruang kelas (Pasif).
    • Bu Wiwit mengganti seprai di kamar adik seminggu sekali.
      Menjadi:
      Seprai di kamar adik diganti oleh Bu Wiwit seminggu sekali.
  2.  Predikat yang berawalan me- berubah menjadi berawalan di-/ter-.Contoh
    • Poli membuat pesawat kertas (Aktif).
      Menjadi:
      Pesawat kertas itu dibuat oleh Poli (Pasif).
    • Petir menyambar tower listrik di desaku.
      Manjadi:
      Tower listrik di desaku tersambar petir.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *