75 Contoh Konjungsi Temporal beserta Pengertiannya

75 Contoh Konjungsi Temporal beserta Pengertiannya

Konjungsi atau yang biasa juga kita sebut kata sambung merupakan ungkapan yang menghubungkan dua atau lebih satuan bahasa yang sederajat agar menjadi suatu susunan yang padu dan lebih mudah dipahami. Misalnya menghubungkan kata dengan kata, frasa dengan frasa, klausa dengan klausa, dan kalimat dengan kalimat.

Nah salah satu jenis konjungsi yang sangat sering kita jumpai dalam percakapan sehari-hari adalah konjungsi temporal. Apakah konjungsi temporal itu? Langsung saja kita bahas dalam artikel di bawah ini ya.

Pengertian Konjungsi Temporal

Photo by Malvestida Magazine on Unsplash

Konjungsi temporal merupakan kata hubung yang menerangkan hubungan waktu dari beberapa hal atau peristiwa yang berbeda secara kronologis. Tujuannya yaitu untuk memperjelas alur peristiwa dalam tulisan kita sehingga menjadi lebih mudah dipahami oleh pembaca.

Contoh:

  • Ruth tadi membantu ibu mencuci piring, kemudian naik ke kamarnya untuk mempelajari materi ulangan besok pagi di sekolah.
  • Tania menjadi gemar membaca sejak ibu membelikannya buku dongeng bergambar saat Ia masih kecil.
  • Dia datang, lalu pergi sesuka-suka hatinya.

Ciri-Ciri Konjungsi Temporal

  1. Berfungsi sebagai kata penghubung dalam suatu kalimat sehingga kalimat tersebut bisa memiliki makna yang utuh, runtut, dan mudah dipahami.
  2. Bisa juga berfungsi sebagai penghubung antara anak kalimat dan induk kalimat.
  3. Merupakan kata sambung yang berkaitan dengan waktu.
  4. Untuk penempatannya konjungsi temporal bisa diletakkan di awal maupun tengah kalimat.

Macam-Macam Konjungsi Temporal

Photo by David Pisnoy on Unsplash

Konjungsi temporal terbagi menjadi beberapa jenis, berikut penjelasannya di bawah ini:

  1. Konjungsi ketika, waktu, sewaktu, saat, dan tatkala adalah kata sambung yang digunakan untuk menghubungkan peristiwa yang waktu kejadiannya bersamaan dengan suatu peristiwa lainnya.
  2. Konjungsi selagi, sementara, dan selama digunakan sebagai kata sambung yang menghubungkan dua atau lebih kejadian yang terjadi dalam kurun waktu yang sama.
  3. Konjungsi seraya, dan sambil digunakan untuk menghubungkan dua kejadian atau lebih yang dilakukan suatu subjek pada waktu yang bersamaan.
  4. Konjungsi lalu dan kemudian digunakan sebagai kata sambung untuk menjelaskan urutan kronologis dari dua peristiwa atau lebih.
  5. Konjungsi sebelum digunakan untuk menyatakan peristiwa yang terjadi sebelum terjadinya suatu peristiwa lainnya.
  6. Konjungsi sesudah dan setelah digunakan untuk menyatakan peristiwa yang terjadi sesudah terjadinya suatu peristiwa lainnya.
  7. Konjungsi sejak, semenjak, dan sedari digunakan untuk menyatakan suatu peristiwa yang merupakan  sebuah awal dari suatu peristiwa lainnya.

Contoh Konjungsi Temporal

1. Ketika

  • Ketika Tiwi pulang sekolah, Ibu sedang menonton tv.
  • Adik biasanya menangis ketika baru bangun tidur.
  • Aku kaget ketika mengetahui bahwa ayahnya sedang dirawat di rumah sakit.
  • Aku tak sengaja bertemu dengannya di jalan ketika dia baru pindah rumah.

2. Waktu

  • Waktu aku datang, Nenek langsung memeluk dan mencium pipiku.
  • Aku tak begitu mengerti waktu Pak Guru menjelaskan pelajaran tadi.
  • Ibu baru saja pulang dari pasar waktu adik menangis karena terjatuh di jalan.
  • Seisi kelas memberi selamat pada Sabina waktu Ia berulang tahun kemarin.

3. Sewaktu

  • Yuta sedang bercerita tentang masa-masa sewaktu dia masih tinggal di Jepang.
  • Sewaktu saya bersekolah dulu, tak ada yang punya  banyak gadget canggih seperti sekarang.
  • Congklak dan kelereng adalah mainan favorit kami sewaktu kecil.
  • Mereka menjadi dekat semenjak masuk kegiatan ekstrakurikuler yang sama.

4. Saat

  • Rima sedang pulas-pulasnya tidur siang saat Ibu membangunkannya untuk sekolah madrasah.
  • Nina baru saja pergi saat Ibunya datang mencarinya.
  • Alex hampir saja tertabrak mobil saat berangkat les tadi sore.
  • Tiba-tiba adik menangis saat kami sedang bermain petak umpet.

5. Tatkala

  • Kau selalu membantuku tatkala aku berada dalam kesulitan.
  • Tatkala adzan berkumandang Abu segera beranjak dari tv dan pergi ke masjid.
  • Kita bisa melihat planet Merkurius tatkala matahari terbenam
  • Tuhan akan selalu menambah nikmat kita tatkala kita pandai bersyukur.

6. Selagi

  • Bambang membaca lagi materi kuis pagi ini selagi masih sempat.
  • Menelpon selagi menyetir kendaraan itu sangatlah berbahaya untuk keselamatan kita.
  • Ayah membaca koran selagi menunggu Ibu bersiap-siap untuk pergi kondangan.
  • Aku memeriksa ulang jawabanku selagi menunggu waktu ujian habis.

7. Sementara

  • Anis membantu Ibu memasak sementara kakak mengajak adik bermain di halaman.
  • Dia harus belajar mencari uang sementara anak-anak lain seusianya masih belajar di bangku sekolah.
  • Ibu sudah bangun sementara anggota keluarga lainnya masih lelap tertidur.
  • Sementara aku masih mengerjakan soal nomor satu, Riri sudah mengumpulkan jawaban miliknya.

8. Selama

  • Selama liburan semester kemarin, Tiara sering bermain ke rumah Sani.
  • Selama tiga belas tahun ini, Ayah dan Ibu telah membesarkan dan merawatku dengan penuh kasih sayang.
  • Kiki mendapatkan banyak uang THR dari keluarga dan kerabatnya selama Hari Raya.
  • Pohon mangga di halaman sudah tumbuh tinggi selama aku pergi ke Malang untuk melanjutkan kuliah.

9. Seraya

  • Dia menggelengkan kepala seraya mengatakan bahwa itu semua bukan kesalahannya.
  • Tante Susi menyapu teras depan seraya menyenandungkan lagu-lagu lawas kesukaannya.
  • Dia menggenggam tangan Ibu seraya mengucapkan kata-kata yang menguatkan hatinya.
  • Vokalis band itu bernyanyi seraya menabuh tamborinnya.

10. Sambil

  • Ibu menggendong adik sambil memasak.
  • Heri membaca buku sambil mendengarkan radio di kamarnya.
  • Sambil menyelam Ia minum air.
  • Kami mengerjakan tugas kelompok sambil menikmati suguhan yang disediakan oleh Ibuku.

11. Lalu

  • Dinar makan siang lalu mencuci piringnya sendiri.
  • Sari menyelesaikan sarapannya dalam waktu singkat lalu bergegas berangkat ke sekolah.
  • Andri bertanya padaku tentang cara mengerjakan soal nomor tiga, lalu aku menjawabnya.
  • Tina tadi datang lagi kesini, lalu pergi setelah mengambil tasnya yang ketinggalan.

12. Kemudian

  • Ayah berangkat ke kantor, kemudian ibu pergi ke pasar.
  • Ia pergi terlebih dulu, keluarganya akan menyusul kemudian.
  • Ibu mencuci baju, kemudian menjemurnya.
  • Dia tadi pamit pada semua orang, kemudian pergi ke stasiun diantar Bapak.

13. Sebelum

  • Sebelum tidur malam ini, Ucok mengerjakan tugas essay yang harus dikumpulkan besok pagi di sekolah.
  • Fatih membaca doa terlebih dulu sebelum Ia tidur.
  • Santi sudah tertidur nyenyak  sebelum jam sembilan malam.
  • Dia sudah selesai mengerjakan semua soal ulangan sebelum bel pulang berbunyi.

14. Sesudah

  • Sesudah bermain adik membereskan mainannya kembali ke tempatnya.
  • Dia mendapatkan giliran tampil sesudah kelompok dari Bandung itu.
  • Sesudah diceramahi habis-habisan oleh Ayah kemarin, sekarang Adik menjadi penurut.
  • Sesudah membantu Ayah mencuci mobil, Adik sekarang kelelahan dan tertidur di ruang tengah.

15. Setelah

  • Setelah masuk SMA, Rinda menjadi semakin rajin membantu Ibu.
  • Perut Lili mulai sakit setelah makan jajanan yang dia beli di pinggir jalan.
  • Setelah dibangunnya MRT, kemacetan di Jakarta diharap bisa berkurang.
  • Setelah rajin minum susu setiap hari, sekarang tinggi Angga berkembang pesat.

16. Sejak

  • Sejak dimarahi Ibu tadi pagi, Rian menjadi sangat diam.
  • Toko kue ini sudah berdiri di sini sejak tahun 1995.
  • Semuanya berubah, sejak negara api menyerang.
  • Galih dan Ratna sudah bersahabat sejak mereka baru duduk di bangku TK.

17. Semenjak

  • Semenjak ada pabrik baru itu, air sungai di sini kerap menjadi berwarna hitam.
  • Kiara tak lagi periang semenjak ibunya jatuh sakit satu bulan yang lalu.
  • Keluargaku sudah tinggal di rumah ini semenjak puluhan tahun yang lalu.
  • Semenjak beberapa tahun terakhir ini banyak gedung-gedung pencakar langit baru yang dibangun di kotaku.

18. Sedari

  • Sedari kecil, Pipit sudah belajar untuk hidup berhemat dan tidak boros.
  • Orang Indonesia sudah terkenal ramah sedari dulu.
  • Aku sudah menunggu kedatanganmu sedari tadi.
  • Aku sudah mengenalnya sedari kami sama-sama baru pindah ke kota ini tujuh tahun yang lalu.

Leave a Comment