Doa Sebelum dan Sesudah Makan Serta Minum, Dilengkapi dengan Adab-Adabnya

Doa Sebelum dan Sesudah Makan dan Minum, Beserta Adab-Adabnya- Sebagian besar dari kita memang sudah sangat familiar dengan doa sebelum dan sesudah makan. Karena kedua doa ini sudah kita pelajari sejak kecil, baik di rumah maupun di sekolah.

Namun dalam pengamalannya terkadang semakin besar, kita semakin sering lupa untuk mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari kita. Padahal doa adalah ibadah yang sangat penting sebagai cara untuk menunjukkan rasa syukur kita kepada Allah dan juga supaya setan tidak mengganggu kita saat sedang makan. Firman Allah dalam surat Ibrahim ayat 7,

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

Yang artinya:
“Dan (ingatlah) ketika Rabbmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat berat” (QS. Ibrahim: 7).

Berikut adalah lafadz bacaan doa sebelum dan sesudah makan, beserta dengan bacaan latin dan artinya.


Doa Sebelum Makan

Membaca basmalah terlebih dahulu,

بِسْمِ اللَّهِ 

(Bismillah)

Yang artinya:
“Dengan menyebut nama Allah.”

Lalu dilanjutkan dengan membaca:

 

الَّلهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيمَا رَزَقْتَنَا، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

(Allahumma barik lanaa fiimaa razaqtanaa waqinaa ‘adzaa bannar)

Yang artinya:
“Yaa Allah, berkatilah rezeki yang engkau berikan kepada kami, dan peliharalah kami dari siksa api neraka.”

Apabila kita lupa untuk membaca basmalah sebelum makan ataupun minum, maka saat ditengah atau di akhir makan/minum hendaknya kita melafazkan:

بِسْمِ اللَّهِ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ

(Bismillaahi awwalahu wa aakhirohu)

Yang artinya:
“Dengan nama Allah pada awal dan akhirnya.”


Doa Sesudah Makan

 

اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِىْ اَطْعَمَنَا وَسَقَانَا وَجَعَلَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

(Alhamdu lillahhil-ladzii ath-amanaa wa saqaana waja’alanaa minal muslimiin)

Yang artinya:
“Segala puji bagi Allah yang memberi kami makan dan minum serta menjadikan kami sebagai orang-orang islam.”


Adab Makan dan Minum

Photo by Avel Chuklanov on Unsplash

Selain membaca doa, penting juga bagi kita untuk memperhatikan adab-adab lainnya saat makan. Berikut di bawah ini merupakan adab yang diambil dari kebiasaan Rasulullah SAW pada saat makan dan minum:

1. Mencuci tangan terlebih dahulu

Meskipun tidak ada hadits sahih yang membahas mengenai mencuci tangan sebelum makan, tetapi hal tersebut tetap dianjurkan untuk menghilangkan kotoran yang terdapat pada tangan kita supaya tidak ikut masuk ke dalam mulut saat kita makan.

2. Makan bersama-sama

Dari Wahsyi bin Harb Radhiyallahu anhu, bahwasanya para Sahabat berkata, “Wahai Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, sesungguhnya kami makan tetapi tidak kenyang.”
Beliau bersabda, “Mungkin kalian makan dengan tidak berkumpul?”
Mereka menjawab, “Ya.”
Kemudian beliau bersabda,

“فَاجْتَمِعُوْا عَلَى طَعَامِكُمْ، فَاذْكُرُوْا اسْمَ اللهَ عَلَيْهِ! يُبَارَكْ لَكُمْ فِيْهِ.”

“Berkumpullah kalian ketika makan dan sebutlah nama Allah Subhanahu wa Ta’ala padanya, maka makanan kalian akan diberkahi.”

3. Sambil duduk

Makan dan minum dalam posisi duduk dan sebaiknya tidak bersandar. Tidak boleh makan dalam posisi berdiri, apalagi sambil berjalan.

Cara Rasulullah duduk ketika makan yaitu duduk di atas kedua lututnya atau duduk di atas punggung kedua kaki atau berposisi dengan kaki kanan ditegakkan dan duduk di atas kaki kiri. Dalam hadits riwayat Bukhari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ آكُلُ مُتَّكِئًا إِنَّمَا أَنَا عَبْدٌ آكُلُ كَمَا يَأْكُلُ الْعَبْدُ وَأَجْلِسُ كَمَا يَجْلِسُ الْعَبْدُ.

Yang artinya:
“Aku tidak pernah makan sambil bersandar, aku hanyalah seorang hamba, aku makan sebagaimana layaknya seorang hamba dan aku pun duduk sebagaimana layaknya seorang hamba.” (HR. Al-Bukhari)

4. Membaca basmalah

Membaca basmalah agar setan tidak ikut makan apa yang kita makan.
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى فَإِنْ نَسِىَ أَنْ يَذْكُرَ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى فِى أَوَّلِهِ فَلْيَقُلْ بِسْمِ اللَّهِ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ

Yang artinya:
Apabila salah seorang di antara kalian makan, maka hendaknya ia menyebut nama Allah Ta’ala. Jika ia lupa untuk menyebut nama Allah Ta’ala di awal, hendaklah ia mengucapkan ‘Bismillaah awwalahu wa aakhirohu (dengan nama Allah pada awal dan akhirnya)’.” (HR. Abu Daud dan At Tirmidzi)

Dalam sebuah hadits lain Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“إِنَّ الشَّيْطَانَ يَسْتَحِلٌّ الطَّعَامَ، إِلاَّ يُذْكَرَ اسْمَ اللهِ عَلَيْهِ.”

Yang artinya:
“Sesungguhnya syaitan mendapatkan bagian makanan yang tidak disebutkan Nama Allah padanya.”(HR. Muslim)

4. Menggunakan tangan sebelah kanan

Rasulullah bersabda,

إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَأْكُلْ بِيَمِينِهِ وَإِذَا شَرِبَ فَلْيَشْرَبْ بِيَمِينِهِ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَأْكُلُ بِشِمَالِهِ وَيَشْرَبُ بِشِمَالِهِ

Yang artinya:
Jika salah seorang di antara kalian makan, maka hendaknya dia makan dengan tangan kanannya. Jika minum, maka hendaknya juga minum dengan tangan kanannya, karena setan makan dengan tangan kirinya dan minum dengan tangan kirinya pula” (HR. Muslim)

5. Mengambil makanan yang terdekat

Dalam sebuah riwayat hadits diceritakan,

عَنْ عُمَرَ بْنَ أَبِي سَلَمَةَ يَقُولُ كُنْتُ غُلَامًا فِي حَجْرِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَكَانَتْ يَدِي تَطِيشُ فِي الصَّحْفَةِ فَقَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا غُلَامُ سَمِّ اللَّهَ وَكُلْ بِيَمِينِكَ وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ فَمَا زَالَتْ تِلْكَ طِعْمَتِي بَعْدُ

Yang artinya:
“Dari Umar bin Abu Salamah, Ia berkata, “Saat aku masih kecil dan berada di bawah asuhan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, tanganku bersileweran di nampan waktu makan. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Wahai Ghulam, bacalah Bismilllah, makanlah menggunakan tangan kananmu dan makanlah makanan yang ada di hadapanmu.” Maka seperti itulah gaya makanku setelah itu. (HR. Bukhari dan Muslim)”

6. Mengambil makanan sesuai porsinya

Photo by rawpixel.com from Pexels

Ambil makanan sesuai dengan porsi masing-masing, agar kita bisa menghabiskannya. Sebaiknya tidak menyisakan makanan yang sudah kita ambil supaya tidak mubadzir.
Rasulullah bersabda:“

كِيْلُوْا طَعَامَكُمْ يُبَارَكْ لَكُمْ

Yang artinya:
“Takarlah makanan kalian, maka kalian akan diberkahi.” (HR. Bukhari)

7. Tidak mencela makanan

Sebagaimana hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah Radhiyallahu anhu :

مَا عَابَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ طَعاَماً قَطُّ إِنِ اشْتَهَاهُ أَكَلَهُ وَ إِنْ كَرِهَهُ تَرَكَهُ.

Yang artinya:
“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah mencela makanan, apabila beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam berselera, (menyukai makanan yang telah dihidangkan) beliau memakannya, sedangkan kalau tidak suka (tidak berselera), maka beliau meninggalkannya.”

8. Tidak meniup minuman

Dari Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu anhu, Ia berkata:

نَهَى أَنْ يُتَنَفَّسَ فِي اْلإِناَءِ أَوْ يُنْفَخَ فِيْهِ.

Yang artinya:
“Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melarang untuk menghirup udara di dalam gelas (ketika minum) dan meniup di dalamnya.”

9. Makan dari pinggir-pinggir piring

Dari Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu anhuma, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“الْبَرَكَةُ تَنْزِلُ فِي وَسَطِ الطَّعَامِ، فَكُلُوْا مِنْ حَافِيَتِهِ وَلاَ تَأْكُلُوْا مِنْ وَسَطِهِ!”

Yang artinya:
“Keberkahan tersebut akan turun di tengah-tengah makanan, maka makanlah dari pinggir-pinggirnya dan jangan dari tengahnya!”

10. Tenang dan tidak tergesa-gesa saat makan

Kunyahlah makanan secara pelan-pelan, agar makanan dapat terkunyah dengan sempurna. Tutuplan bibir saat sedang mengunyah sehingga tidak menimbulkan suara.

Suapan makanan hendaknya kecil-kecil atau sedikit demi sedikit. Tidak makan dengan sekaligus. Rasulullah Saw. tidak pernah makan dua buah kurma sekaligus.

11. Memungut, membersihkan dan memakan makanan yang jatuh

Berdasarkan hadits:

إِذَا سَقَطَتْ مِنْ أَحَدِكُمْ اللُّقْمَةُ فَلْيُمِطْ ماَ كَانَ بِهَا مِنْ أَذَى ثُمَّ لِيَأْكُلْهَا وَلاَ يَدَعْهَا لِلشَّيْطَانِ.

Yang artinya:
“Apabila ada sesuap makanan dari salah seorang di antara kalian terjatuh, maka hendaklah dia membersihkan bagiannya yang kotor, kemudian memakannya dan jangan meninggalkannya untuk syaitan.”

12. Berhenti makan sebelum kenyang

Pho to by James Coleman on Unsplash

Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“مَا مَلأَ آدَمِيٌّ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنِهِ حَسْبُ ابْنِ آدَمَ لُقَيْمَاتٌ يُقِمْنَ صُلْبَهُ فَإِنْ لَمْ يَفْعَلْ فَثُلُثٌ لِطَعَامِهِ وَثُلُثٌ لِشَرَابِهِ وَثُلُثٌ لِنَفَسِهِ.”

Yang artinya:
“Tidak ada bejana yang diisi oleh manusia yang lebih buruk dari perutnya, cukuplah baginya memakan beberapa suapan sekedar dapat menegakkan tulang punggungnya (memberikan tenaga), maka jika tidak mau, maka ia dapat memenuhi perutnya dengan sepertiga makanan, sepertiga minuman dan sepertiga lagi untuk nafasnya.”

13. Menjilati jari-jari

Hendaknya menjilati jari-jemari sebelum mencuci tangan, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ طَعَاماً فَلاَ يَمْسَحْ يَدَهُ حَتَّى يَلْعَقَهَا أَوْ يُلْعِقَهَا.

“Apabila salah seorang di antara kalian telah selesai makan, maka janganlah ia mengusap tangannya hingga ia menjilatinya atau minta dijilatkan (kepada isteri atau anaknya).”

14. Mengucapkan hamdalah setelah selesai makan

Imam Ahmad mengatakan, “Jika dalam satu makanan terkumpul empat hal, maka makanan tersebut adalah makanan yang sempurna. Empat hal tersebut adalah menyebut nama Allah saat mulai makan, memuji Allah di akhir makan, banyaknya orang yang turut makan dan berasal dari sumber yang halal.”

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *