Doa Naik Kendaraan Lengkap Beserta Tulisan Arab dan Latinnya

Doa Naik Kendaraan Lengkap Beserta Tulisan Arab dan Latinnya

Sebelum berpergian naik kendaraan, sebagai umat muslim kita dianjurkan untuk membiasakan membaca doa terlebih dahulu seperti bagaimana yang telah diajarkan oleh suri tauladan kita Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Manfaat dari membaca doa tersebut adalah supaya kita mendapat perlindungan dari Allah Subhana wa Ta’ala serta terhindar dari marabahaya yang akan menimpa saat menaiki kendaraan, sehingga kita bisa sampai di tujuan dengan selamat.

Membaca doa sebelum menaiki kendaraan juga merupakan bentuk wujud rasa syukur kita kepada Allah, karena berkat nikmat-Nyalah kita bisa mengendarai kendaraan sehingga memudahkan dan mempersingkat waktu perjalanan kita.

Berikut lafadz doa menaiki kendaraan lengkap baik tulisan arab maupun yang latin beserta dengan artinya:

Doa Naik Kendaraan

Photo by Tania Aviles on Pixabay

Doa ini bisa kita baca saat menaiki segala jenis kendaraan baik itu kendaraan laut, darat, maupun udara. Misalnya sepeda, motor, mobil, bus, kereta api, pesawat, helikopter, dan kapal laut.

LAFADZ DOA NAIK KENDARAAN:


سُبْحَانَ الَّذِىْ سَخَّرَلَنَا هَذَا وَمَاكُنَّالَهُ مُقْرِنِيْنَ وَاِنَّآ اِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُوْنَ

(Subhaanalladzii sakkhara lanaa hadzaa wamaa kunnaa lahu muqriniin wa-innaa ilaa rabbinaa lamunqalibuun)

Yang artinya:

“Maha Suci Allah yang telah menundukkan kendaraan ini bagi kami, padahal sebelumnya kami tidak mampu menguasainya. Dan sesungguhnya kepada-Nyalah kami akan kembali.”


Doa Naik Kendaraan Laut (Kendaraan Air)

Photo by Kevin Hou on Unsplash

Bila kita naik kendaraan laut kita bisa mengucapkan doa pertama di atas, karena doa itu sudah termasuk doa naik kendaraan secara umum. Namun setelah mengucapkan doa di atas bisa juga kita lanjutkan dengan doa di bawah ini yang merupakan doa yang di panjatkan oleh Nabi Nuh pada saat mengendarai kapalnya.

LAFADZ DOA NAIK KENDARAAN LAUT:


بِسْمِ اللهِ مَجْرَهَا وَمُرْسَهَآاِنَّ رَبِّىْ لَغَفُوْرٌرَّحِيْمٌ

(Bismillaahi majrehaa wa mursahaaaaa inna robbii laghofuurur rohiim)

Yang artinya:

“Dengan menyebut nama Allah yang menjalankan (kendaraan) ini berlayar dan juga berlabuh sesungguhnya Rabb-ku adalah Maha Pemaaf Lagi Maha Pengasih”


Hal ini diceritakan dalam Al-Qur’an  surat Hud ayat 41,

وَقَالَ اَرْكَبُوا فِيهَا بِسْمِ اللَّهِ مَجْرَاهَا وَمُرْسَاهَا ۚ إِنَّ رَبِّي لَغَفُورٌ رَحِيمٌ
Yang artinya:
“Dan Nuh berkata: “Naiklah kamu sekalian ke dalamnya dengan menyebut nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya”. Sesungguhnya Rabb-ku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q.S. Hud :41)

Doa Selama di Perjalanan

Photo by Liam Burnett Blue on Unsplash

LAFADZ DOA SELAMA DI PERJALANAN:


 

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ


(قُلۡ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌ‌ ۚ ‏﴿١

(اَللّٰهُ الصَّمَدُ‌ ۚ ‏﴿٢

(لَمۡ يَلِدۡ ۙ وَلَمۡ يُوۡلَدۡ ۙ ﴿٣

(وَلَمۡ يَكُنۡ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ ﴿٤

  1. Qul huwallāhu aḥad

  2. Allāhuṣ-ṣamad
  3. Lam yalid wa lam yụlad
  4. Wa lam yakul lahụ kufuwan aḥad
Yang artinya:

Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

  1. Katakanlah: “Dialah Allah, Yang Maha Esa,
  2. Hanya Allah-lah tempat bergantung;
  3. Dia tidak beranak, serta Dia tidak pula diperanakkan,
  4. Dan tiada satupun yang setara dengan Dia.”

 

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Sinni dan Al-Baihaqi, diceritakan bagaimana Rasulullah SAW yang saat itu sedang berperang di Tabuk diminta untuk pulang ke Madinah demi menshalatkan jenazah salah seorang sahabatnya, Muawiyah.

Riwayat ini dikutip oleh Imam Nawawi dalam Al-Adzkar pada bab dzikir ketika di jalan sebagai berikut ini:

وروينا في كتاب ابن السني و “دلائل النبوة” للبيهقي عن أبي أمامة الباهلي رضي الله عنه قال: “أتى رسول الله (صلى الله عليه وسلم) جبريل (صلى الله عليه وسلم) وهو بتبوك فقال: يا محمد اشهد جنازة معاوية بن معاوية المزني، فخرج رسول الله (صلى الله عليه وسلم)، ونزل جبريل (عليه السلام) في سبعين ألفا من الملائكة، فوضع جناحه الأيمن على الجبال فتواضعت، ووضع جناحه الأيسر على الأرضين فتواضعت، حتى نظر إلى مكة والمدينة، فصلى عليه رسول الله (صلى الله عليه وسلم) وجبريل والملائكة (عليهم السلام)، فلما فرغ قال: يا جبريل بم بلغ معاوية هذه المنزلة؟ قال: بقراءته: قل هو الله أحد، قائما وراكبا وماشيا”

Yang artinya:

“Diriwayatkan kepada kami dalam Kitab Ibnu Sinni dan kitab Dala’ilun Nubuwwah karya Al-Baihaqi dari Abu Umamah Al-Bahili, ia bercerita bahwa Jibril ‘alaihissalam mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika beliau di Tabuk. ‘Wahai Muhammad, saksikanlah shalat jenazah Muawiyah bin Muawiyah Al-Muzani (di Madinah),’ kata Jibril. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar (dari Tabuk). Sementara Jibril ‘alaihissalam turun bersama 70.000 malaikat. Jibril ‘alaihissalam menurunkan sayap kanan di atas bukit hingga merendah. Ia juga meletakkan sayap kirinya di atas tanah sampai merendah hingga ia dapat melihat Kota Mekkah dan Madinah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersama Jibril ‘alaihissalam dan ribuan malaikat kemudian menshalatkan jenazah Muawiyah. Setelah selesai, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, ‘Wahai Jibril, dengan amalan apa Muawiyah mendapatkan derajat begitu tinggi ini?’ ‘Muawiyah lazim membaca Surat Al-Ikhlas saat berdiri, berkendaraan, dan berjalan kaki,’ jawab Jibril,” (Lihat Al-Imam An-Nawawi, Al-Adzkar pada Hamisy Al-Futuhatur Rabbaniyyah, [Beirut: Daru Ihyait Al-Arabi, tanpa catatan tahun], juz VI, halaman 176).

Doa Memiliki Kendaraan Baru

Photo by Melkhagelslag on Pixabay

Doa ini bisa kita baca sambil memegang bagian depan kendaraan baru tersebut.

LAFADZ DOA MEMILIKI KENDARAAN BARU:


اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهُ وَخَيْرَ مَا جُبِلَ عَلَيْهِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهِ وَشَرِّ مَا جُبِلَ عَلَيْهِ

(Allâhumma innî as’aluka khairahû wa khaira mâ jubila alaih. Wa a‘ûdzubika min syarrihî wa syarri mâ jubila alaih)

Yang artinya:

“Tuhanku, kepada-Mu aku memohon kebaikannya (kendaraan ini) dan kebaikan sifat yang diciptakan untuknya. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya (kendaraan ini) dan keburukan sifat yang diciptakan untuknya.”


Anjuran doa ini disebutkan oleh Imam An-Nawawi melalui riwayat dalam Kitab Al-Azkar berikut ini:

يستحب في الأول أن يأخذ بناصيته ويقول: اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهُ وَخَيْرَ مَا جُبِلَ عَلَيْهِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهِ وَشَرِّ مَا جُبِلَ عَلَيْهِ. وقد سبق في كتاب أذكار النكاح الحديث الوارد في نحو ذلك في سنن أبي داود وغيره

Yang artinya:

“Seseorang dianjurkan untuk pertama kali memegang jambul (bagian depan kepala unta) dan berdoa, ‘Tuhanku, kepada-Mu aku memohon kebaikannya (kendaraan ini) dan kebaikan sifat yang diciptakan untuknya. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya (kendaraan ini) dan keburukan sifat yang diciptakan untuknya.’ Hadits serupa ini sudah disebut telah lalu pada bab nikah di Sunan Abu Dawud dan selainnya,” (Lihat Imam An-Nawawi, Al-Adzkar, [Damaskus: Darul Mallah, 1971 M/1391 H], halaman 275).

Leave a Comment