Doa Masuk dan Keluar Kamar Mandi Beserta Adab Saat di Dalamnya

Doa Masuk dan Keluar Kamar Mandi Beserta Adab Saat di Dalamnya

Doa Masuk dan Keluar Kamar Mandi Beserta Adab Saat di Dalamnya – Kamar mandi atau wc adalah tempat yang sering kita datangi setiap harinya, baik untuk buang air ataupun mandi. Tapi kadang-kadang kita suka lalai dan lupa untuk membaca doa saat masuk dan keluar dari kamar mandi.

Padahal dalam Islam kita diajarkan untuk selalu meminta perlindungan kepada Allah dalam segala hal, yaitu dengan cara berdoa. Apalagi saat memasuki kamar mandi yang notabene memang tempat tinggalnya setan.

Dalam sebuah hadits diceritakan,
Dari al-Qasim dari Abu Umamah dari Rasulullah SAW : Sesungguhnya ketika Iblis diturunkan ke bumi, dia berkata “Ya Allah, Adam dan keturunannya Engkau beri tempat tinggal di muka bumi, maka berilah pula aku tempat tinggal.” Allah SWT kemudian mengatakan, “Kamar mandi (tempatmu). (HR. At-Thabrani).

Jadi sebaiknya saat memasuki dan keluar dari kamar mandi kita menjaga adab kita serta membaca doa terlebih dulu agar dilindungi Allah  dari godaan setan yang terkutuk.


Doa Masuk ke Kamar Mandi

Photo by desiringgod.org

اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ
(Allahumma inni a’udzubika minal khubutsi wal khobaits)

Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari godaan setan laki-laki dan setan perempuan.”


Doa Keluar Kamar Mandi

Photo by toodlingstudio on Pixabay

اَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِي أَذْهَبَ عَنِّي الْأَذَى وَعَافَانِي
(Alhamdulillahil ladzi adzhaba ‘annil adza wa ‘afani)

Artinya:
“Segala puji bagi Allah yang menghilangkan penyakit dariku dan memberi kesehatan kepadaku.”


Adab ke Kamar Mandi

1. Mengucapkan basmalah terlebih dahulu

Diriwayatkan dari Imam al-Tirmidzi, Sayyidina Ali bin Abi Thalib berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

سَتْرُ مَا بَيْنَ أَعْيُنِ الْجِنِّ وَعَوْرَاتِ بَنِى آدَمَ إِذَا دَخَلَ أَحَدُهُمُ الْخَلاَءَ أَنْ يَقُولَ بِسْمِ اللَّهِ

Yang artinya:
“Penghalang di antara pandangan jin dengan aurat manusia adalah jika salah seorang di antara mereka memasuki kamar mandi, lalu Ia mengucapkan ‘Bismillah‘ (Dengan menyebut nama Allah).”

2. Membaca doa masuk ke kamar mandi

Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu menuturkan,

كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا دَخَلَ الْخَلاَءَ قَالَ « اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ »

Yang artinya:
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam saat memasuki mandi, beliau mengucapkan ‘Allahumma inni a’udzu bika minal khubutsi wal khobaits’ (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari setan laki-laki dan setan perempuan)” (HR. Bukhari no. 142 dan Muslim no. 375)

3. Masuk dengan mendahulukan kaki kiri

Dianjurkan untuk mendahulukan kaki kiri ketika masuk ke kamar mandi karena Rasulullah lebih suka mendahulukan yang kanan untuk hal-hal yang baik-baik dan biasanya mendahulukan yang sebelah kiri untuk hal-hal yang jelek atau kotor.

Tidak terdapat hadits shahih yang secara khusus menyatakan bahwa mendahulukan kaki kiri ketika akan memasuki kamar mandi lebih utama. Hal ini hanya berdasarkan dalil yang sifatnya global

4. Menutup pintu kamar mandi dan tidak memperlihatkan aurat

Photo by Oleg Magni on Pexels

Dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata,

خَرَجْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فِى سَفَرٍ وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لاَ يَأْتِى الْبَرَازَ حَتَّى يَتَغَيَّبَ فَلاَ يُرَى.

Yang artinya:
“Kami pernah keluar bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika safar, beliau tidak menunaikan hajatnya di daerah terbuka, namun pergi ke tempat yang jauh sampai tidak terlihat.”

Dalam hadits lain yang diriwayatkan Abu Daud juga disebutkan:

“Tidak dibolehkan dua orang keluar menuju tempat buang hajat dalam keadaan membuka aurat sambil berbicara, karena Allah memurkai yang demikian itu” (HR. Abu Daud, Ahmad).

5. Tidak membaca atau membawa sesuatu yang bertuliskan nama Allah dan ayat-ayat Al-Qur’an saat berada di dalam kamar mandi

Photo by Furkan Dere on Pixabay

Dalam Al-Quran surah Al-Hajj ayat 32 Allah berfirman:

ذَٰلِكَ وَمَنْ يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوبِ

Yang artinya:
“Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa yang mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketaqwaan hati.” (Q.S Al-Hajj: 32)

6. Tidak menghadap atau membelakangi kiblat saat sedang buang air.

Dari Abu Ayyub Al Anshori, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

« إِذَا أَتَيْتُمُ الْغَائِطَ فَلاَ تَسْتَقْبِلُوا الْقِبْلَةَ وَلاَ تَسْتَدْبِرُوهَا ، وَلَكِنْ شَرِّقُوا أَوْ غَرِّبُوا » . قَالَ أَبُو أَيُّوبَ فَقَدِمْنَا الشَّأْمَ فَوَجَدْنَا مَرَاحِيضَ بُنِيَتْ قِبَلَ الْقِبْلَةِ ، فَنَنْحَرِفُ وَنَسْتَغْفِرُ اللَّهَ تَعَالَى

Yang artinya :
“Jika kalian mendatangi kamar mandi, maka janganlah kalian menghadap kiblat dan membelakanginya. Akan tetapi, menghadaplah ke arah timur atau barat.”
Abu Ayyub juga mengatakan, “Dulu kami pernah tinggal di Syam. Kami mendapati kamar mandi kami dibangun menghadap ke arah kiblat. Kami lalu mengubah arah tempat tersebut dan memohon ampunan pada Allah Ta’ala.”

Dalam hadits tersebut dikatakan “hadaplah ke arah timur atau barat”, karena saat Rasulullah mengatakannya Beliau sedang berada di Madinah. Akan tetapi karena kita berada di Indonesia, maka berdasarkan hadits ini kita seharusnya menghadap ke utara atau selatan ketika sedang membuang hajat.

7. Tidak boleh berbicara kecuali sangat mendesak

Photo by Jelleke Vanooteghem on Unsplash

Hal ini termasuk tidak boleh mengucapkan atau menjawab salam, menelpon, dan bernyanyi di dalam kamar mandi.

Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata,

أَنَّ رَجُلاً مَرَّ وَرَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَبُولُ فَسَلَّمَ فَلَمْ يَرُدَّ عَلَيْهِ.

Yang artinya:
Ada seseorang yang melewati Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam disaat beliau sedang kencing. Ketika itu, orang tersebut mengucapkan salam, tapi beliau tidak membalasnya.(HR. Muslim no. 370)

8. Tidak beristinja atau menyentuh kemaluan dengan tangan kanan

Photo by Geetanjal Khanna on Unsplash

Dari Abu Qotadah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,

إِذَا شَرِبَ أَحَدُكُمْ فَلاَ يَتَنَفَّسْ فِى الإِنَاءِ ، وَإِذَا أَتَى الْخَلاَءَ فَلاَ يَمَسَّ ذَكَرَهُ بِيَمِينِهِ ، وَلاَ يَتَمَسَّحْ بِيَمِينِهِ

Yang artinya:
“Jika salah satu di antara kalian minum, janganlah Ia bernafas di dalam bejananya. Dan jika Ia buang hajat, janganlah Ia memegang kemaluan dengan tangan kanannya. Dan janganlah pula Ia beristinja’ menggunakan tangan kanannya.” (HR. Bukhari no. 153 dan Muslim no. 267)

9. Setelah selesai beristinja disunnahkan membaca doa di dalam hati

Doa setelah beristinja (cebok) yaitu:

اَللَّهُمَّ طَهِّرْ قَلْبِي مِنَ النِّفَاقِ وَحَصِّنْ فَرْجِي مِنَ الْفَوَاحِشِ

Yang artinya :
“Ya Allah bersihkanlah hatiku dari kemunafikkan, jagalah kemaluanku dari melakukan perkara yang keji.”

10. Berhati-hati terhadap percikan najis

Ibnu ‘Abbas mengatakan,

أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- تَوَضَّأَ مَرَّةً مَرَّةً وَنَضَحَ فَرْجَهُ

Yang artinya :
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berwudhu dengan satu kali – satu kali membasuh, lalu setelah itu beliau memerciki kemaluannya.”

Dalam hadits lain yang diriwayatkan Bukhari dan Musli juga diceritakan yang artinya:
“Suatu ketika Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam melewati dua kuburan, lalu beliau berkata “Sunguh dua penghuni kubur ini sedang diadzab. Tidaklah mereka (keduanya) diadzab melankan karena menyepelekan perkara besar. Adapun salah satunya, diadzab karena tidak menjaga dirinya dari kencing. Sedangkan satunya lagi, ia diadzab karena suka mengadu domba” (H.R Bukhari dan Muslim).”

Tidak berlama-lama di dalam kamar mandi

Photo by Micheile Henderson on Unsplash

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ هَذِهِ الْحُشُوشَ مُحْتَضَرَةٌ

Yang artinya :
“Sesungguhnya tempat buang hajat ini dihadiri (oleh setan)”
(HR Ahmad: 4/373, Ibnu Majah: 296, Ibnu Hibban: 1406)

11. Mendahulukan kaki kanan saat keluar dari kamar mandi

Aisyah Radhiyallahu anhuma berkata,

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ فِي تَنَعُّلِهِ وَتَرَجُّلِهِ وَطُهُورِهِ وَفِي شَأْنِهِ كُلِّهِ

Yang artinya :
“Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyukai memulai dari sebelah kanan saat mengenakan sandal, menyisir rambut, bersuci, dan dalam semua urusannya.” (H.R Muslim).

12. Membaca doa setelah keluar dari kamar mandi

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata,
أَنَّ النَّبِىَّ -صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- كَانَ إِذَا خَرَجَ مِنَ الْغَائِطِ قَالَ : غُفْرَانَكَ

Yang artinya:
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam setelah keluar dari kamar mandi beliau biasanya mengucapkan ‘ghufronaka’ (Ya Allah, aku memohon ampun pada-Mu).”

Leave a Comment