Doa dan Adab Bercermin

Pernah ngitung ga sih kamu sehari ngaca berapa kali? Setiap mau berangkat kerja ngaca; mau beli gorengan di warung sebelah rumah, ngaca juga; mau pergi main, di tas bawa kaca; pas lewat di jalan ada jendela rumah orang yang gede, udah pasti ngaca dong. Eits, tapi sebelum ngaca kamu ingat baca doa bercermin ga?

Kehidupan sehari-hari memang tak bisa lepas dari yang namanya cermin. Terutama kita-kita nih sang kaum hawa yang memang sudah naluri dan kodratnya peduli banget sama penampilan. Dalam sehari kita bisa mematut diri di depan kaca berkali-kali. Mungkin membenarkan kerudungnya yang miring sedikit, siapa tau tadi waktu sarapan ada cabe nyelap di gigi, atau mungkin cuma karena sedang merasa outfit kita kece banget hari ini.

Photo by Natasha Kasim on Unsplash

Jadi agar ngaca kita bisa bernilai ibadah jangan lupa baca doa ini ya:

اَلْحَمْدُ لِلهِ كَمَا حَشَّنْتَ خَلْقِيْ فَحَسِّنْ خُلُقِىْ

Alhamdulillahi kamaa hassanta kholqii fahassin khuluqii

Yang artinya :
“Segala puji bagi Allah, baguskanlah budi pekertiku sebagaimana Engkau telah membaguskan rupa wajahku.”

Sebenarnya ada beberapa versi doa bercermin, yang di ambil dari apa yang telah di contohkan oleh Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa salam. Saya pribadi lebih memilih versi yang di atas karena cukup mudah di hafalkan, singkat dan memiliki arti yang cukup menunjukkan rasa syukur kita terhadap apa yang telah di berikan oleh Allah subhanallahu wa Ta’ala.

Doa ini berasal dari hadist yang di riwayatkan oleh Imam Nawawi dalam kitab Al Adzkar, disebutkan bahwa Ali bin Abi Thalib Radhiallahu ‘anhu pernah meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa salam membaca doa di atas apabila bercermin.

Adab Bercermin

Photo by Rendiansyah Nugroho on Unsplash

1. Niat

Sama seperti setiap hal lainnya yang kita kerjakan, bercermin pun didasari oleh niat. Jadi tanamkan niat yang baik sebelum kita bercermin ya. Jika niatnya untuk melihat apakah masih ada yang kurang rapi atau aurat yang masih terlihat saat akan bepergian keluar, itu tidak masalah.

Akan tetapi jika niat kita untuk memandangi wajah dan mengaguminya sendiri, maka jangan dilanjutkan karena bisa mengantarkan kita pada sikap lalai. Niatkan bercermin untuk mengambil manfaat yang baik, dan tentunya agar kita lebih bersyukur kepada Allah atas segala karuniaNya kepada kita.

2. Bacalah doa

Setelah niat yang baik, tentunya diikuti dengan lisan oleh doa. Belum lupa kan bacaan doanya?

اَلْحَمْدُ لِلهِ كَمَا حَشَّنْتَ خَلْقِيْ فَحَسِّنْ خُلُقِىْ

Alhamdulillahi kamaa hassanta kholqii fahassin khuluqii

Yang artinya :
“Segala puji bagi Allah, baguskanlah budi pekertiku sebagaimana Engkau telah membaguskan rupa wajahku.”

3. Jangan menyombongkan diri

Kalau kamu merasa punya wajah yang cantik, jangan merasa sombong ya. Kecantikan itu tidak bersifat selamanya. Seiring berjalannya waktu kecantikan kita pasti akan pudar termakan usia. Jangan sampai kita terlena dan lupa bahwa kecantikan diri kita sesungguhnya berasal dari Allah, dan semua akan kembali kepada Allah juga.

4. Jangan menghinakan diri

Sama dengan poin di atas, semua yang ada pada diri kita itu berasal dari Allah. Kalau kita menghinakan diri, sama aja seperti kita menghinakan ciptaan Allah ya.

5. Bersyukur

Bulu mata yang lentik, pipi tembem, hidung pesek, kulit hitam. Pokoknya bagaimanapun rupa kita, jangan lupa untuk bersyukur ya. Karena apapun yang kita miliki  merupakan pemberian terbaik dari Allah, sesuai dengan apa yang kita butuhkan. Tidak berlebih maupun tidak kurang. Sesuai dengan Al-Quran surat At-Tin ayat 4:

لِقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْشَانَ فِى اَحْسَنِ تَقْوِيْمِ

Laqad kholaqnaal insaana fii ahsani taqwiimi

Artinya:
“Dan sungguh telah Kami ciptakan manusia dalam bentuk sebaik-baiknya.” ( QS At-Tin : 4 )

6. Mengharapkan bimbingan akhlak yang baik dari Allah

Percuma kan kalau cuma wajahnya yang rupawan, tapi sifatnya buruk dan disebelin semua orang. Oleh karena itu mari kita tanamkan sifat-sifat baik dalam diri kita, jangan hanya menghias diri, tapi juga hiasi diri kita dengan akhlak yang indah dan baik. Agar kita bisa cantik luar dan dalam.

7. Jangan bicara maupun tertawa sendiri

Jangan pula berbicara maupun tertawa terhadap bayangan kita sendiri di dalam cermin ya. Nanti kalau bayangannya tiba-tiba jawab kamu kaget lagi.

8. Bercermin sewajarnya

Karena sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Jadi jangan berlama-lama di depan cermin ya, lebih  baik waktunya digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat ya.

9. Akhiri dengan hamdalah

Jangan lupa untuk mengucapkan hamdalah setelah selesai bercermin ya. Untuk mensyukuri segala nikmat tak terhingga yang telah diberikan Allah kepada kita.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *