Pengertian Paragraf Analogi dan Contohnya

Pengertian Paragraf Analogi dan Contohnya

Paragraf analogi merupakan salah satu pengembangan dari paragraf induktif, yaitu paragraf yang kalimat utamanya terletak di akhir paragraf. Pada artikel kali ini, kita akan membahas mengenai paragraf analogi, mulai dari pengertian, tujuan, ciri-ciri, jenis-jenis, dan contohnya.

Pengertian Paragraf Analogi

Paragraf analogi bisa diartikan sebagai paragraf yang memuat perbandingan antara dua hal yang memiliki kesamaan jika dilihat dari persamaannya.

Pola yang digunakan pada paragraf analogi dikembangkan dari pola khusus ke umum. Isinya diawali dengan penjelasan khusus berupa perbandingan antara dua hal yang memiliki kesamaan. Dari kesamaan-kesamaan tersebut kemudian ditariklah sebuah kesimpulan umum yang akan menjadi kalimat utama di akhir paragraf.

Tujuan Paragraf Analogi

Sebuah paragraf analogi bertujuan untuk menjelaskan persamaan antara dua hal yang berbeda. Atau bisa juga digunakan sebagai perumpamaan agar pembaca bisa lebih mudah memahami maksud dari penulis.

Ciri-Ciri Paragraf Analogi

  • Berisi perbandingan antara dua hal yang memiliki persamaan.
  • Dikembangkan dari pola khusus ke umum.
  • Penjelasan khususnya biasanya berupa kesamaan-kesamaan dari kedua hal yang dibandingkan tersebut.
  • Kalimat utamanya berupa kesimpulan di akhir paragraf.
  • Menggunakan kata analogi seperti, seolah, bagaikan, laksana, layaknya, dan kata–kata lain yang memiliki makna sejenis.

Macam-Macam Analogi

1. Analogi Deklaratif

Analogi deklaratif bisa juga disebut dengan analogi penjelas. Yaitu merupakan metode untuk menjelaskan suatu hal yang belum dikenal atau masih samar, dengan menggunakan perumpamaan dari sesuatu yang lebih familiar dan lebih mudah dipahami.

2. Analogi Argumentatif

Analogi argumentatif, atau disebut juga analogi Induktif adalah analogi yang isinya menekankan pada ciri dan kesamaan dari dua buah hal, lalu menarik kesimpulan umum berdasarkan kesamaan tersebut.

Contoh Paragraf Analogi

Photo by Robert Anasch on Unsplash

Contoh 1

Sebuah bangunan tentu harus memiliki penopang atau penyangga agar bisa berdiri tegak dan tidak mudah roboh. Begitu juga dengan agama Islam yang penopangnya adalah shalat. Bila kaum muslimin rajin mendirikan shalat lima waktu secara berjamaah di masjid itu berarti mereka telah mengokohkan pilar-pilar Islam. Namun sebaliknya, apabila kaum muslimin malas-malasan mendirikan shalat fardhu lima waktu, maka mereka sedang melemahkan Islam itu sendiri dengan ‘merobohkan’ pilar-pilarnya. Inilah yang dimaksudkan dari kedudukan shalat lima waktu dalam agama Islam adalah ibarat tiang penopang dari suatu bangunan.

Contoh 2

Seember air apabila dimasukkan ke dalam wadah botol, maka air tersebut pasti mengisi ruang kosong di botol dan bentuknya akan menyerupai botol tersebut. Namun apabila seember air tadi kita tuang ke wadah  berbentuk gelas maka ia akan mengisi gelas kosong tadi dan bentuknya juga akan menyerupai gelas. Begitu pula kita dalam kehidupan sehari-hari, semakin kita tumbuh dewasa, kita dituntut untuk bisa bersikap lebih fleksibel. Dimana pun kita berada kita harus dapat beradaptasi dengan baik seperti air yang selalu menyesuaikan dengan tempatnya.

Contoh 3

Lidi dibuat dari tulang daun kelapa atau pun aren yang telah dipisahkan dari daunnya. Satu lidi tidak berarti apa-apa karena sangat mudah patah, tetapi bila ada banyak lidi yang digabungkan, maka akan menjadi sapu lidi yang mampu menyapu apa saja karena sifatnya yang lebih kokoh. Begitu pula kita memaknai kehidupan sosial. Sehebat apapun seseorang, tidak akan terjadi suatu perubahan besar jika hanya dilakukan sendirian. Kita harus bersatu dan bahu-membahu bekerja bersama-sama agar dapat mewujudkan suatu perubahan yang besar seperti lidi rapuh yang akan menjadi kuat bila digabungkan bersama lidi-lidi yang lainnya.

Contoh 4

Menurut penelitian Hubble, bintang dan galaksi tidak hanya bergerak menjauhi kita, tetapi juga saling menjauhi satu sama lain. Agar lebih mudah dipahami mari kita umpamakan alam semesta sebagai  sebuah balon karet. Buatlah titik-titik di atas permukaan sebuah balon. Kemudian tiup balon tersebut. Semakin besar kita meniup balon itu, titik-titik yang ada di permukaan balon akan bergerak semakin jauh antara satu sama lain. Berdasarkan percobaan ini bisa dibuat kesimpulan bahwa, jika segala sesuatu di alam semesta kita bergerak saling menjauhi, berarti ia terus menerus mengembang. Sama seperti yang terjadi pada balon yang ditiup tadi.

Contoh 5

Berdasarkan tujuannya, teks dalam bahasa Indonesia bisa dikelompokkan menjadi beberapa macam. Diantaranya yaitu teks eksplanasi dan teks prosedur. Eksplanasi merupakan teks yang menjelaskan proses muncul/terjadinya suatu fenomena alam atau sosial. Sedangkan teks prosedur merupakan teks yang berisi petunjuk tentang langkah-langkah yang harus dilakukan dalam menyelesaikan suatu hal secara urut (in sequent steps). Persamaan dari kedua teks ini yaitu sama- sama mengandung suatu urutan kejadian atau peristiwa yang apabila urutannya dibalik maka teks tersebut tidak akan menjadi sebuah teks yang akurat.

Leave a Comment