Macam-Macam Kalimat Interogatif dan Contohnya

Macam-Macam Kalimat Interogatif dan Contohnya – Dibedakan menurut fungsinya kalimat terbagi menjadi tiga macam, yaitu kalimat tanya (interogatif), kalimat pernyataan (deklaratif), dan kalimat perintah (imperatif). Karena sebelumnya kita sudah pernah membahas mengenai kalimat imperatif, pada artikel kali ini kita akan belajar tentang kalimat interogatif atau yang lebih kita kenal dengan kalimat tanya. Mulai dari pengertian, ciri-ciri, jenis, beserta contohnya.

Pengertian Kalimat Interogatif

Image by GraphicMama-team from Pixabay

Definisi dari kalimat interogatif yaitu kalimat yang mengandung pertanyaan di dalamnya. Kalimat ini sangat sering kita gunakan dalam perbincangan sehari-hari. Misalnya sekedar bertanya “Apa kabar?” atau “Sudah makan belum?” dan sebagainya.

Kalimat tanya biasanya ditujukan untuk mendapat tangggapan atau jawaban dari orang lain. Akan tetapi ada juga jenis kalimat tanya yang tidak memerlukan jawaban yang akan kita bahas lebih lanjut di bawah ini.

Ciri-Ciri Kalimat Interogatif

  1. Pada umumnya kalimat interogatif menggunakan kata tanya, misalnya apa, siapa, kenapa, dimana, kemana, dari mana, yang mana, bagaimana, berapa.
  2. Bisa juga menggunakan partikel –kah seperti bagaimanakah, kapankah, apakah, berapakah, bolehkah, bisakah dan lain sebagainya. Contoh:
    • Bisakah kau melakukannya?
    • Bagaimanakah caranya mengerjakan soal nomor 3?
  3. Atau menggunakan kata-kata yang mengandung unsur penegasan, misalnya jadi, ya, benar, betul, tidak, bukan, dan kan. Contoh:
    • Kita pernah bertemu sebelumnya ya?
    • Kau anak pak lurah bukan?
  4. Pada kalimat tanya verbal ditandai dengan perubahan intonasi pada akhir kalimat.
  5. Sedangkan pada kalimat tanya non verbal ditandai dengan tanda tanya (?).

Macam-Macam Kalimat Interogatif

Kalimat tanya bisa dibedakan berdasarkan dari kalimat tanya yang digunakan di dalam kalimat tersebut dan dari jawaban yang diharapkan dari pertanyaan tersebut. Berikut penjelasannya.

Menurut Kata Tanyanya

Image by Gerd Altmann from Pixabay

1. Apa

Kata tanya apa digunakan untuk menanyakan sesuatu. Sesuatu disini bisa berupa benda, perbuatan, keadaan, atau penjelasan.

Contoh:

  • Apa yang sebenarnya sedang dia lakukan?
  • Apa sih maksud dari artikel ini?
  • Apa ayah jadi pergi ke kota tadi pagi?
  • Apa lagi yang dia minta sekarang?
  • Apa jadinya kalau bulan ada dua?
  • Apakah benar dia baru lulus SMA?
  • Apakah kau sudah mengerjakan tugas bahasa Indonesia?
  • Apa kau yakin bisa selesai mengerjakan semuanya besok?
  • Baju ini terbuat dari bahan apa?
  • Tadi ayah bilang apa?
  • Apakah operasi plastik pakai plastik?
  • Buku seperti apa yang ingin kau tulis?
  • Apa nama alat yang digunakan untuk mengeringkan rambut?
  • Ada keperluan apa kiranya anda jauh-jauh datang ke sini?
  • Mau pesan apa bu?
  • Apa yang akan terjadi jika semua es di kutub utara mencair?
  • Apa bedanya telur ayam dan telur bebek?
  • Apa jadinya bila ada mesin waktu?

2. Siapa

Siapa adalah kata tanya yang digunakan untuk menanyakan subjek/pelaku dari suatu kegiatan atau peristiwa.

Contoh:

  • Siapa yang langsung mengerjakan tugasnya sepulang sekolah?
  • Siapa yang tau apa jawaban soal nomor 5?
  • Siapa nama wakil presiden Indonesia yang pertama?
  • Siapa penemu bom atom?
  • Siapa orang yang paling kau hormati?
  • Siapa yang mau beli es krim?
  • Si pintar ini anaknya siapa sih?
  • Siapa tadi yang menyapamu?
  • Siapa saja yang ikut ekspedisi kali ini?
  • Siapakah pemeran antagonis dalam drama tersebut?
  • Siapakah artis yang akan menjadi penerima penghargaan terbanyak Grammy Awards tahun ini?
  • Siapa sutradara film Ayat-Ayat Cinta?
  • Siapa sih orang Indonesia yang tak kenal Bung Karno?
  • Siapa nama menteri luar negeri Indonesia?

3. Kapan

Kalimat tanya yang mengandung kata kapan digunakan untuk menanyakan waktu.

Contoh:

  • Kapan kita bisa bermain bersama disini lagi?
  • Kapan terakhir kali kau mencuci rambutmu?
  • Pada zaman kapan Pithecanthropus erectus hidup?
  • Kapan kiriman paketku sampai?
  • Kapan Indonesia bisa menjadi negara maju seperti negara tetangga?
  • Kapan lagi aku bisa makan gratis sepuasnya seperti sekarang?
  • Kapan Ibu Kartini dilahirkan?
  • Kapan pertama kalinya telpon digunakan?
  • Sejak kapan kau mengenalnya?
  • Kapan browniesnya matang?
  • Kapan kakak pulang dari rumah nenek?
  • Kapan saja aku bisa mengunjungimu?
  • Kapan pertama kali kalian bertemu?
  • Kapan waktu yang paling tepat untuk menanam padi?
  • Kapan burung hantu mencari makan?
  • Sampai kapan kau mau ngambek?

4. Kenapa/Mengapa

Yang selanjutnya yaitu kata tanya kenapa yang digunakan untuk menanyakan alasan. Jawaban dari kalimat tanya ini biasanya ditandai dengan penggunaan  kata karena atau sebab.

Contoh:

  • Kenapa kamu memilih untuk sekolah disini?
  • Kenapa liburan terasa cepat berlalu?
  • Kenapa bumi berputar?
  • Kenapa kau marah padanya kemarin?
  • Kenapa semalam kau tidak meneleponku setelah sampai di rumah?
  • Kenapa kalian tak berbaikan saja?
  • Kenapa air laut rasanya asin?
  • Mengapa kau begitu murung hari ini?
  • Kenapa kita suka lupa mau ngomong apa?
  • Kenapa kamu tak jujur saja dari awal?
  • Kenapa ada begitu banyak macam  suku di Indonesia?
  • Kenapa kau tak minta tolong kalau memang tak bisa mengerjakannya?
  • Kenapa satu tahun itu ada dua belas bulan?
  • Kenapa kau selalu menolong orang lain?
  • Kenapa perjalanan pulang terasa lebih cepat daripada pergi?
  • Mengapa langit berwarna biru?
  • Kenapa kau kembali lagi?
  • Kenapa harus menunda-nunda bila bisa dikerjakan sekarang?
  • Kenapa hanya sedikit yang bisa mengerjakan semua soal dengan benar?

5. Mana

Kata tanya mana digunakan dalam kalimat tanya yang menanyakan salah satu benda/hal/orang dalam suatu kelompok.

Contoh:

  • Kau suka warna yang mana?
  • Mana yang mau di kerjakan terlebih dahulu?
  • Mana yang lebih kau pilih, aku atau dia?
  • Mana yang lebih besar antara planet Mars dan planet Venus?
  • Anak dari daerah manakah yang mendapat peringkat satu nasional untuk UN SMA tahun ini?
  • Mana ya yang tadi katanya mau datang paling pertama?
  • Mana yang sudah mengerjakan tugas di kelas ini?
  • Kau mau beli buku yang mana lagi?
  • Mana yang duluan, ayam atau telur?
  • Rangkaian bunga mana yang menurutmu paling bagus?
  • Mana sih yang benar, nasehat atau nasihat?
  • Mana di antara mereka yang merupakan seorang gelandang penyerang?
  • Mana yang lebih kamu suka, bakso atau mi ayam?
  • Mana yang lebih banyak, bintang di langit atau ikan di lautan?
  • Guru mana yang tidak bahagia bila semua muridnya rajin seperti ini?
  • Mobilmu yang sebelah mana?

6. (Di, ke, dari) Mana

Ada juga kata tanya mana yang di dahului kata depan di, ke, dan dari yang biasanya digunakan untuk menanyakan tempat/lokasi.

  1. Di mana untuk menanyakan posisi
    Contoh:

    • Di mana kakak meletakkan kamus Bahasa Inggrisku?
    • Di mana lagi bisa menemukan diskon sebesar ini?
    • Di mana tepatnya letak geografis Indonesia?
    • Di mana dia menemukan kalungku yang hilang?
    • Di mana aku bisa membeli tiket pertunjukan malam ini?
    • Di mana kamu berada saat aku memanggilmu tadi?
    • Di mana tukang cukur rambut terdekat dari sini?
    • Di mana aku menyimpan sepatu Adidasku?
  2. Kemana untuk menanyakan tujuan
    Contoh:

    • Ke mana semua komputer ini akan dikirim?
    • Tengah malam begini kau mau pergi ke mana?
    • Kau ingin melanjutkan kuliah ke mana setelah lulus nanti?
    • Ke mana kau harus pergi kalau ingin membeli buku bekas di kota Bandung?
    • Ke mana perginya semua keberanianmu tadi?
    • Ke mana kau akan pergi liburan tahun baru nanti?
    • Ke mana lagi koruptor itu sembunyi?
    • Ke mana tujuan study tour bulan depan?
    • Ke mana air sungai mengalir?
    • Ke mana ibu pergi tadi pagi?
  3. Darimana untuk menanyakan asal
    Contoh:

    • Dari mana datangnya semua semut-semut ini?
    • Dari mana saja kau tak pernah kelihatan?
    • Dari mana bika ambon berasal?
    • Dari mana Indonesia mengimpor garam?
    • Dari mana kamu membeli kue ini?
    • Nenek moyang kita berasal dari mana?
    • Dari mana aku bisa tau kalau kau sudah membeli buku itu?
    • Dari mana kau belajar bernyanyi semerdu itu?
    • Dari mana kamu mengetahui ada lowongan pekerjaan disini?

7. Bagaimana

Bagaimana bisa dipakai di dalam kalimat tanya untuk:

  1. Menanyakan proses atau cara.
    Contoh:

    • Bagaimana kau bisa cepat sekali mengerjakan semuanya?
    • Bagaimana caranya membujuk orang yang sedang ngambek?
    • Bagaimana kau bisa membuat nasi goreng biasa jadi seenak ini?
    • Bagaimana caranya mengerjakan soal nomor satu?
    • Mau bagaimana lagi?
    • Bagaimana caranya agar bisa awet muda seperti bapak?
    • Bagaimana pesawat bisa terbang di udara?
    • Bagaimana gerhana matahari bisa terjadi?
    • Bagaimana cara membuat layangan?
  2. Menanyakan keadaan.
    Contoh:

    • Bagaimana rasanya tiga kali berturut-turut meraih medali emas olimpiade?
    • Bagaimana kabarmu akhir-akhir ini?
    • Bagaimana kehidupan di desa bila dibandingkan dengan kehidupan kota?
    • Bagaimana repotnya punya anak kembar?
    • Bagaimana kondisi pasar tradisional di Indonesia?
    • Bagaimana hubungan antara kedua kakak beradik itu?
    • Bagaimana rasanya jadi anak tunggal?
    • Bagaimana kepedulian rakyat Indonesia terhadap kebersihan?
    • Bagaimana kehidupan ekonomi warga pasca krisis moneter 1998?
  3. Menanyakan akibat suatu tindakan.
    Contoh:

    • Bagaimana kalau nanti bos marah karena kita terlambat datang ke kantor?
    • Bagaimana kalau nanti kebakaran karena kita bermain lilin?
    • Bagaimana kalau nanti kau bosan karena sendirian disana?
    • Bagaimana jika ban sepeda diisi udara terlalu banyak?
    • Bagaimana jadinya jika tidak ada gravitasi di bumi kita?
    • Bagaimana kalau ternyata saya tidak bisa melakukannya?
    • Bagaimana kalau nanti kita tersesat?
    • Bagaimana jika kacanya pecah?
    • Bagaimana jika nanti kau terluka?
    • Bagaimana jadinya bila tak ada oksigen di bumi?
    • Bagaimana dampak pemanasan global terhadap kehidupan manusia di bumi?
  4. Menanyakan penilaian/pendapat atas suatu gagasan.
    Contoh:

    • Bagaimana kalau nanti aku mengenakan baju ini saja ke prom?
    • Bagaimana kalau minggu depan kita jalan-jalan ke Bali?
    • Bagaimana menurutmu kinerja presiden saat ini?
    • Bagaimana bila kita pergi saja?
    • Bagaimana jika kita sudahi saja bincang-bincang pagi ini?
    • Bagaimana tanggapan bapak atas skandal yang baru-baru ini sedang heboh menjadi pembicaraan?
    • Bagaimana pendapatmu tentang model baru rambutku?
    • Bagaimana kalau kita bagi-bagi tugas?

8. Berapa

Kata tanya berapa digunakan untuk menanyakan bilangan yang mewakili jumlah, ukuran, nilai, harga, satuan, dan waktu.

Contoh:

  • Seberapa jauh jarak bumi dan matahari?
  • Berapa lama lagi kita harus menunggu?
  • Berapa hasil dari dua dikalikan tiga?
  • Berapa banyak hasil panen tahun lalu?
  • Berapa banyak porsi bakso yang sudah kau makan?
  • Pada tanggal berapakah negara Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya?
  • Berapa jumlah orang di keluargamu?
  • Nomor keberapa yang tadi terlewat?
  • Ada berapa jumlah ikan di laut?
  • Berapa harga iPhone X yang terbaru?
  • Sudah berapa kali aku mengatakannya?
  • Berapa kali lagi aku harus memberitahumu agar kau bisa mengerti?
  • Berapa nilai tukar rupiah hari ini?
  • Ada berapa hari dalam seminggu?
  • Berapa banyak lagi tugas yang harus kita kerjakan hari ini?
  • Sudah berapa hari sejak kau terakhir kali datang ke rumahku?
  • Pukul berapa dia bilang akan datang?

9. Kalimat Tanya Tanpa Kata Tanya

Biasanya kalimat tanya yang tidak menggunakan kata tanya termasuk dalam jenis kalimat tanya konfirmasi. Akan tetapi, tidak semua kalimat tanya konfirmasi tidak menggunakan kata tanya.

Kalimat tanya jenis ini ditandai dengan penambahan partikel kah.

Contoh:

  • Bisakah kau mengajariku bahasa Inggris?
  • Dapatkah kau mengambilkan pulpen di atas meja?
  • Maukah kau pergi ke rumah hantu bersamaku akhir minggu nanti?
  • Sudahkah kau membaca doa sebelum masuk masjid?
  • Benarkah dia tidak akan pernah datang lagi?
  • Mungkinkah semua ini benar-benar sudah berakhir?
  • Akankah kau datang bila aku memanggilmu?
  • Bukannya kau bilang mau pergi ke taman bermain?
  • Sampaikah pesanku padanya?
  • Tidakkah kau merasa bahwa ini berlebihan?
  • Haruskah aku melakukan ini semua sendirian?
  • Sudikah kiranya kau menemaniku?
  • Pernahkah kau datang ke sini sebelumnya?
  • Cukupkah bekal segini untuk dua hari?
  • Bolehkah aku meminjam penghapusmu?
  • Kita pernah ke sini sebelumnya ya?
  • Hasilnya luar biasa bukan?

Menurut Jawaban yang Diharapkan

Image by img.freepik.com

1. Kalimat Tanya Biasa

Kalimat tanya biasa ditujukan untuk mendapatkan suatu informasi tertentu dari orang yang ditanya. Biasanya tanggapan dari jenis kalimat tanya yang satu ini merupakan jawaban yang cukup detail.

Contoh:

  • Apa bedanya DPR, DPRD, dan DPD?
  • Apa yang menyebabkan dia menjadi semarah itu?
  • Siapa ibu dari tokoh Sangkuriang?
  • Kapan kau akan mengatakan yang sebenarnya?
  • Sejak kapan kau jadi pendiam?
  • Mengapa sekutu memilih untuk menjatuhkan bom di kota Hiroshima dan Nagasaki?
  • Kenapa bakso bisa terasa enak?
  • Dari mana asalnya embun di pagi hari?
  • Ke mana dia pergi sepagi ini?
  • Di mana kau meletakkan buku milik Ita sore tadi?
  • Bagaimana kalau kali ini tak berhasil juga?
  • Bagaimana proses terjadinya supernova?
  • Seperti apa ciri-ciri dari nyamuk demam berdarah itu?
  • Berapa banyak pulau yang ada di Indonesia?

2. Kalimat Tanya Konfirmasi dan Klarifikasi

Kalimat tanya konfirmasi diutarakan untuk memperoleh penegasan. Sedangkan kalimat tanya klarifikasi digunakan untuk mengecek kebenaran mengenai suatu hal. Kedua kalimat tanya ini hanya perlu dijawab dengan respon singkat berupa ya atau tidak. Berikkut beberapa hal yang menandai kalimat tanya konfirmasi dan klarifikasi.

  1. Menekankan informasi yang ingin ditanyakan.
    • Misalnya,Dia yang kemarin membuatmu nangis?
    • Baju ini kau beli di toko Matakaki?
    • Jam segini kamu belum mandi?
    • Kau sudah mengerjakan tugas melukis untuk besok?
    • Seragam sekolahmu sudah kau setrika?
    • Ban sepedamu yang bocor sudah ditambal?
    • Kau yang piket membersihkan kelas hari ini?
    • Dia yang mendesain semua dekorasi ini?
    • Meja ini terbuat dari kayu jati?
  2. Menggunakan kata tanya apa. Misalnya,
    • Apa benar dia seorang blasteran?
    • Apakah Ibu bersedia untuk kami wawancara?
    • Apa kau melihat saat Ia berbuat curang?
    • Apakah kau keberatan bila aku ikut bermain?
    • Apa tak apa-apa bila kita pergi begitu saja?
    • Apa kau tak merinding mendengar cerita itu?
    • Apakah cedera lututmu masih sakit?
    • Apa kau menyukai guru baru kita?
    • Apakah rasanya enak?
  3. Menggunakan partikel kah. Misalnya,
    • Sudah tepatkah penggunaan konjungsi dalam kalimat di bawah ini?
    • Tahukah kamu kalau Nepal adalah satu-satunya negara di dunia yang bentuk benderanya tidak persegi empat?
    • Sudahkah kau melakukan yoga yang kemarin ku ajarkan?
    • Bisakah kau tak mengungkit-ngungkit lagi masalah itu?
    • Pernahkah kau mencoba resep baru ini?
    • Inikah monumen yang sangat terkenal itu?
    • Maukah kau menjaga adikmu sebentar?
    • Mungkinkah sebenarnya kau sudah tahu jawabannya?
  4. Mengandung unsur penegas seperti jadi, ya, betul, benar, tidak, bukan dan kan. Misalnya,
    • Jadi dia orang yang selalu kau bicarakan?
    • Anda Naela Ally penulis buku “Silli Gilly Daily” itu ya?
    • Benar kau adalah pelaku yang sebenarnya?
    • Betul yang kau katakan itu?
    • lni boleh dimakan tidak?
    • Kau murid kelas 5A bukan?
    • Kau sudah kenyang kan?
    • Jadi benar bahwa dia selalu peringkat satu di kelasnya?
    • Nanti sore kau jadi mau pergi atau tidak?
    • Tadi kau sudah mengangkat jemuran kan?

3. Kalimat Tanya Retorik

Kalimat tanya retoris merupakan kalimat yang mengandung pertanyaan di dalamnya tetapi tidak memerlukan jawaban karena jawabannya sebenarnya telah diketahui oleh si penanya dan orang yang ditanya.

Kalimat tanya retorik ini biasanya mengarah pada bentuk pernyataan pemberi semangat, kritik, sindiran, ataupun gagasan.

Contoh:

  • Apa kau tak bisa mendengarku?
  • Aku sendiri kaget, mengapa dia melakukan hal itu?
  • Siapa yang tahan menghadapi orang yang cepat marah seperti itu?
  • Memangnya orang mati bisa hidup kembali?
  • Apa kalian tega membiarkan mereka luntang-lantung tak terurus di bawah jembatan?
  • Siapa sih yang tak mau dapat duit banyak tapi kerja sedikit?
  • Apa aku bisa mengerjakan semua ini?
  • Kenapa kamu ngeyel banget kalau diberitahu?
  • Apa kita harus diam saja saat hak asasi kita diinjak-injak seperti ini?
  • Apa kamu tak punya hati nurani?
  • Apa kamu tak punya mata? Atau tak bisa membaca?
  • Dimana belas kasihanmu pada sesama manusia yang sedang membutuhkan?
  • Kemana perginya kamu yang selama ini aku kenal?
  • Apa lagi yang bisa kita lakukan selain berdoa kepada Yang Maha Kuasa?
  • Siapa yang tak kesal bila diperlakukan seperti itu?
  • Mengapa ini semua harus terjadi?

4. Kalimat Tanya Tersamar

Kalimat tanya tersamar adalah kalimat yang sebenarnya memiliki maksud lain tetapi disamarkan dalam bentuk pertanyaan.  Tujuan yang sebenarnya dari kalimat ini disampaikan secara tersirat agar orang yang ditanya memberikan respons sesuai yang diharapkan. Biasanya digunakan untuk merayu, menolak, memohon, mengajak, menyindir, dan lain sebagainya.

Contoh:

  1. Tujuan sebenarnya memohon:
    • Apa kamu tidak keberatan menjemputku di bandara?
    • Dapatkah kamu membantu ibu selama aku pergi?
  2. Tujuan sebenarnya menyuruh:
    • Bisakah kau belikan garam di warung depan rumah?
    • Maukah kau membantuku mengelap kaca ruang tamu?
  3. Tujuan sebenarnya meminta:
    • Kuenya enak tidak? Boleh aku cicipi?
  4. Tujuan sebenarnya menawarkan bantuan:
    • Cape tidak? Mau aku bantu?
    • Ada lagi yang bisa kukerjakan?
  5. Tujuan sebenarnya mengajak:
    • Maukah kamu pergi nonton teletubbies bersamaku?
    • Bagaimana kalau kita pergi ke kolam renang?
    • Sudah siap berangkat sekarang?
  6. Tujuan sebenarnya menolak:
    • Apa kau tak punya teman lain yang bisa menemanimu ke sana?
  7. Tujuan sebenarnya meyakinkan:
    • Apa aku terlihat seperti main-main?
  8. Tujuan sebenarnya merayu:
    • Siapa yang tak senang kalau punya kakak paling cantik sedunia?
    • Apa sih yang nggak buat kamu?
  9. Tujuan sebenarnya mengejek:
    • Soal segampang ini tak bisa kau selesaikan sendiri?
    • Kau tak bisa mengerjakan ini dalam waktu satu menit?
  10. Tujuan sebenarnya menyindir:
    • Apa kau tidak bisa mengerti bila diberitahu menggunakan bahasa Indonesia?
    •  Apa kau tidak melihat tulisan sebesar itu?

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *