Perbedaan Antara Kalimat Fakta dan Opini Beserta Contohnya

Kedua bentuk kalimat ini sebenarnya sering kita gunakan dalam perbincangan sehari-hari. Akan tetapi terkadang kita masih merasa kesulitan untuk membedakan antara kalimat opini dan kalimat fakta. Nah, supaya ga bingung-bingung lagi, di bawah ini teh Indah bakal memberikan masing-masing contoh dari kalimat fakta dan kalimat opini.

Tapi sebelum langsung lompat ke contoh mari kita bahas terlebih dahulu mengenai pengertian, ciri-ciri dan jenis-jenis dari kalimat fakta dan opini.

Pengertian Kalimat Fakta

Photo by Lisa Fotios from Pexels

Mengutip dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), fakta artinya adalah hal (keadaan, peristiwa) yang merupakan kenyataan; sesuatu yang benar-benar ada atau terjadi.

Fakta disini dapat kita peroleh melalui pengamatan terhadap suatu objek tertentu. Jadi kalimat fakta bisa kita artikan sebagai kalimat yang menceritakan suatu hal yang benar-benar terjadi dari sudut pandang yang objektif.

Dalam sebuah kalimat fakta, hanya terdapat data yang memang telah terbukti dan terverifikasi kebenarannya, serta tidak ada lagi pendapat antara orang yang satu ataupun yang lainnya.

Pengertian Kalimat Opini

Opini, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) artinya adalah pendapat; pikiran; pendirian.

Berarti kalimat opini merupakan sebuah kalimat yang mengandung pendapat atau pemikiran dari seseorang atau suatu kelompok mengenai suatu hal, dan belum pasti terbukti kebenarannya. Karena pendapat pribadi setiap orang berbeda-beda maka kalimat opini bersifat subjektif dan kebenarannya bersifat relatif.

Akan tetapi, suatu opini dapat berubah menjadi fakta apabila sebuah pendapat kemudian benar-benar terjadi atau bisa dibuktikan kebenarannya melalui sebuah penelitian.

Perbedaan Kalimat Fakta dan Opini

Perbedaan Kalimat Fakta dan Opini by tehIndah.com

Perbedaan kalimat fakta dan opini bisa kita lihat dari ciri-cirinya.

Ciri-Ciri Kalimat Fakta

  1. Benar-benar terjadi.
    Menyatakan kejadian yang sedang terjadi ataupun pernah terjadi sebelumnya, serta dapat dibuktikan kebenarannya.
  2. Bersifat objektif.
    Pernyataan yang terdapat dalam kalimat fakta mengandung  kebenaran yang bersifat umum.
  3. Memiliki data yang akurat.
    Data ini bisa berupa  bilangan statistik, waktu dan tempat terjadinya suatu peristiwa, atau hal lainnya yang bisa diverifikasi kebenarannya.
  4. Bisa berasal dari hasil riset atau pengamatan terhadap objek tertentu.

Ciri-Ciri Kalimat Opini

  1. Berupa pendapat seseorang atau kelompok yang belum bisa dipastikan kebenarannya.
  2. Bersifat subjektif karena pendapat setiap orang bisa berbeda-beda.
  3. Mengandung kata-kata yang bersifat relatif. Misalnya menurut, biasanya, paling, sangat, cukup, agak, lebih, bisa jadi, mungkin, tidak mungkin, dan lain-lain.
  4. Bisa berupa saran, biasanya menggunakan kata seharusnya dan sebaiknya.
  5. Menunjukkan peristiwa yang belum pasti terjadi atau akan terjadi di kemudian hari.

Sekarang coba perhatikan contoh penggalan berita di bawah ini,

Acara yang cukup bergengsi tersebut tidak hanya diikuti para praktisi humas, melainkan juga dihadiri sejumlah pejabat pemerintah. Malam itu tampak pula hadir Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Walikota Bandung Oded Muhammad Daniel, Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah, Bupati Banyuasin Dodi Reza Alex Murdin dan Walil Walikota Tangerang H. Sachrudin. (Sumber : news.detik.com)

Kalimat pertama dalam berita di atas termasuk kalimat opini karena mengandung sebuah pendapat didalamnya yaitu “acara yang cukup bergengsi”. Acara yang bergengsi bagi penulis belum tentu bergengsi juga bagi orang lain yang membacanya, sehingga kebenaran dari kalimat tersebut dapat dikatakan bersifat relatif.

Sedangkan kalimat terakhir dari paragraf tersebut bersifat fakta karena datanya didapat dari hasil pengamatan penulis mengenai siapa saja yang datang di acara malam itu.

Jadi dapat ditarik kesimpulan bahwa kalimat fakta merupakan pernyataan yang bersifat objektif dan dapat dibuktikan kebenarannya, sedangkan kalimat opini merupakan suatu pendapat subjektif atas suatu hal yang belum bisa dibuktikan kebenarannya.

Macam-Macam Kalimat Fakta

Photo by Djim Loic on Unsplash

Berdasarkan cakupan waktunya, kalimat fakta dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu kalimat fakta umum dan kalimat fakta khusus.

1. Fakta Umum

Kalimat fakta umum artinya yaitu kalimat fakta yang kebenarannya berlaku selamanya. Contoh:

  • Lagu kebangsaan Indonesia Raya diciptakan oleh Wage Rudolf Soepratman.
  • Bila dilihat dari letak astronomisnya, Indonesia berada di antara 6 LU – 11 LS dan diantara 95 BT – 141 BT.
  • Sungai Musi merupakan sungai terpanjang di Sumatera.
  • Matahari terbenam dari sebelah timur dan terbenam di sebelah barat.
  • Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945.
  • BMKG menyatakan bahwa gempa di Nias pada tanggal 28 Maret 2005 tercatat memiliki kekuatan sebesar 8,6 skala Richter.
  • Dr. Ir. H. Soekarno adalah Presiden pertama Republik Indonesia yang menjabat pada periode 1945–1967.
  • Hasil dari penjumlahan satu ditambah satu adalah dua.
  • Alfabet terdiri dari 26 huruf.
  • Tahu gejrot adalah makanan khas dari Cirebon.
  • Satu minggu terdiri dari tujuh hari.
  • Harimau adalah binatang karnivora.
  • Joanne Kathleen Rowling adalah penulis buku serial Harry Potter.

2. Fakta Khusus

Maksudnya yaitu kalimat fakta yang kebenarannya hanya berlaku sementara atau dalam kurun waktu tertentu. Contoh:

  • Sri Mulyani adalah Menteri Keuangan Indonesia.
  • Indonesia sudah 13 kali menjuarai Piala Thomas.
  • Rina duduk di kelas 5 SDN Bina Karya.
  • Kehamilan Wulan sudah memasuki usia 20 minggu.
  • Ibu sedang belajar naik motor.
  • Zinedine Zidane terpilih sebagai pelatih Real Madrid.
  • Harga beras saat ini tembus Rp.15.000/kg.
  • Sudah beberapa hari ini hujan turun deras sekali.
  • Burj Khalkifa adalah gedung tertinggi di dunia yang berlokasi di Dubai.
  • Kak Fitri sedang jalan-jalan keluar kota.

Macam-Macam Kalimat Opini

Photo by Brian Merrill from Pixabay

Dilihat berdasarkan cakupan subjektivitasnya, kalimat opini dapat dibedakan lagi menjadi dua yaitu opini perorangan dan opini umum.

1. Opini Perorangan

Merupakan kalimat opini berdasarkan pendapat pribadi perorangan. Misalnya:

  • Pak RT adalah orang kaya, beliau selalu naik mobil kemana-mana.
  • Adikku adalah adik yang paling baik di dunia.
  • Titanic adalah drama terbaik sepanjang masa.
  • Kalau kamu belajar dengan rajin, kamu pasti bisa mendapatkan ranking satu di kelas.
  • Menurut pendapat saya sebaiknya kita harus berusaha lebih keras lagi.
  • Lisa memang paling cantik kalau sedang tersenyum.
  • Nasi goreng buatan Ibu adalah yang paling enak di dunia.
  • Pertandingan bula tangkis hari ini sangatlah seru.
  • Maya sangat pintar untuk ukuran anak seusianya.
  • Shinta lebih pendiam jika dibandingkan dengan saudara-saudaranya yang lain.
  • Dia terlihat sangat pintar bila menggunakan kaca mata.

2. Opini Umum

Sedangkan opini umum yaitu sebuah opini yang berdasarkan dari pendapat yang telah diakui oleh banyak orang. Misalnya:

  • Kemacetan di Jakarta akan menjadi semakin parah bila tidak ditangani dengan cara yang tepat.
  • Sering mandi di malam hari bisa menyebabkan rematik.
  • Warga negara Jepang biasanya adalah orang yang tepat waktu.
  • Bali merupakan tempat wisata yang paling terkenal di Indonesia.
  • Langsung tidur sehabis makan bisa membuat perut menjadi buncit.
  • Bila keinginan Ibu hamil yang sedang nyidam tidak dituruti nanti jabang bayinya bisa ngeces.
  • Orang yang gemuk biasanya hidupnya bahagia.
  • Seharusnya pemertintah Indonesia bersikap lebih tegas pada para koruptor.
  • Kalau kuping kita berdengung, itu artinya sedang ada yang membicarakan kita
  • Biaya hidup di Ibukota Jakarta lebih mahal daripada di kota-kota lainnya.
  • Minum banyak air putih bisa membuat kita terhindar dari penyakit.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *